Panjang berbelok melintang. Tak kau pahami. Berjalan. Berlari. Meratapi kengerian imajinasi. Labirin itu menggoda dan memasuki pikiranmu. Bahkan aku. Tahukah kau bahwa labirin sangat indah? Mungkin kau akan memakiku dengan makian kotor karna sesungguhnya dia tak indah, hanya sedikit menakjubkan untuk orang gila tersesat dalam hidup mereka, Lihatlah polanya dan kau akan menemukan sebuah Kemungkinan Besar. Entah itu selamat atau mati tapi mungkin keduanya bisa buat kau bahagia.
Rasanya tak adil orang pintar selalu memiliki kemampuan ingatan yang besar dan diberikan kesempatan besar, sedangkan orang bodoh harus kerja keras mati-matian hanya untuk sekedar memahaminya. Ketika para filsuf sibuk mengartikan arti hidup dan cara ber-"hidup", Orang-orang bodoh berfikir bagaimana caranya agar mereka tak mati kelaparan seperti orang bodoh. Sedikit kasar mengatakan manusia itu bodoh, hakikatnya mereka diberikan otak dan akal namun seperti pembagian sel dan hormon keberuntungan yang tak merata.
Bagaimana orang pintar dan bodoh dimasukkan kedalam labirin lusuh? Bisakah mereka keluar dengan kondisi utuh? Labirin memiliki teka teki sulit yang harus kau pahami tak hanya dengan logika. Si pintar yang bahagia dan si bodoh yang kuat. Kau tahu itu sebuah perumpamaan yang cerdik untuk menggambarkan kehidupanmu.
Temukan bunga tulip putih dan hantu kecil sialan di tiap belok yang kau susuri. Kembali dengan teka teki itu kemudian susuri setiap jalan yang kau temui. Menyerah merupakan sikap alami manusia, seperti si pintar yang tak lagi bisa berpikir dan si bodoh yang mulai melemah. Banyak hal yang tersembunyi yang belum kau ketahui meskipun kau merasa semua sama saja tak berbeda. Lihat kemungkinan-kemungkinan dibalik batu besar dan besi karat tua yang berjejer di dinding tiap kau ingin berbelok, Lihat dari sudut berbeda dan putar otakmu, berpikir terbalik yang tak masuk akal. Mungkin saja itu adalah sebuah tanda untuk menyusuri lorong selanjutnya agar kau bebas dari labirin mengerikan itu. Tak seberapa megerikan dengan imajinasi liarmu tetang kehidupan setelah kematian.
Jadi bagaimana caranya keluar dari labirin ini? Maksudku itu. Keajaiban tak datang dengan cepat dan kilat membawamu kedepan pintu kebebasan yang besar menjulang bermeter-meter dengan hiasan bunga dan daun menjalar yang indah namun tetap saja mereka itu parasit.
Keluar dengan cepat dan selamat. Bagaimana cara kerjanya?
Memikirkannya hingga membuatmu gila. Cukup keren hingga kau bisa melihat dinding terlihat bergoyang maju mundur dan seperti mengeluarkan darah di tiap sudut atas. Cukup bagus hingga pikiranmu bertemperasan.Cukup cerdik membuatmu mati kutu ditengah lorong bersama monster ranting pohon menjalar.
Jangan terlalu risau karna yang kau lihat belum sepenuhnya yang kau pahami. Jangan sering memutar kedua bola matamu hingga seperti ingin keluar karna banyak hal yang belum kau ketahui. Jangan akhiri hidup dengan cara yang bodoh meskipun kau itu si bodoh, kau bisa menikmati dengan keduanya meski bahagiamu palsu.
Kau tak akan sendirian meski hatimu merasakan sepi yang mendalam. Berpura-pura baik lebih baik hingga kau lupa sedang berpura-pura. Tak perlu hingga tersungkur lemah karna sesungguhnya kau si bodoh yang kuat dan si pintar yang bahagia.
Maknai hidup dengan caramu seperti terperangkap dan mencoba kelauar dari labirin itu.Sangat sulit namun buatlah itu menyenangkan dengan kejailan-kejailan yang tak terlupakan. Meski kau tak lagi muda jangan biarkan otakmu ikut menjadi tua. Ya, kita sama sebagai orang stress yang mencari Kemungkinan Besar tersebut. Tapi kita adalah manusia hebat yang akan mencari jalan keluar dengan cara keren, menakjubkan dan tak terduga.
Rasanya tak adil orang pintar selalu memiliki kemampuan ingatan yang besar dan diberikan kesempatan besar, sedangkan orang bodoh harus kerja keras mati-matian hanya untuk sekedar memahaminya. Ketika para filsuf sibuk mengartikan arti hidup dan cara ber-"hidup", Orang-orang bodoh berfikir bagaimana caranya agar mereka tak mati kelaparan seperti orang bodoh. Sedikit kasar mengatakan manusia itu bodoh, hakikatnya mereka diberikan otak dan akal namun seperti pembagian sel dan hormon keberuntungan yang tak merata.
Bagaimana orang pintar dan bodoh dimasukkan kedalam labirin lusuh? Bisakah mereka keluar dengan kondisi utuh? Labirin memiliki teka teki sulit yang harus kau pahami tak hanya dengan logika. Si pintar yang bahagia dan si bodoh yang kuat. Kau tahu itu sebuah perumpamaan yang cerdik untuk menggambarkan kehidupanmu.
Temukan bunga tulip putih dan hantu kecil sialan di tiap belok yang kau susuri. Kembali dengan teka teki itu kemudian susuri setiap jalan yang kau temui. Menyerah merupakan sikap alami manusia, seperti si pintar yang tak lagi bisa berpikir dan si bodoh yang mulai melemah. Banyak hal yang tersembunyi yang belum kau ketahui meskipun kau merasa semua sama saja tak berbeda. Lihat kemungkinan-kemungkinan dibalik batu besar dan besi karat tua yang berjejer di dinding tiap kau ingin berbelok, Lihat dari sudut berbeda dan putar otakmu, berpikir terbalik yang tak masuk akal. Mungkin saja itu adalah sebuah tanda untuk menyusuri lorong selanjutnya agar kau bebas dari labirin mengerikan itu. Tak seberapa megerikan dengan imajinasi liarmu tetang kehidupan setelah kematian.
Jadi bagaimana caranya keluar dari labirin ini? Maksudku itu. Keajaiban tak datang dengan cepat dan kilat membawamu kedepan pintu kebebasan yang besar menjulang bermeter-meter dengan hiasan bunga dan daun menjalar yang indah namun tetap saja mereka itu parasit.
Keluar dengan cepat dan selamat. Bagaimana cara kerjanya?
Memikirkannya hingga membuatmu gila. Cukup keren hingga kau bisa melihat dinding terlihat bergoyang maju mundur dan seperti mengeluarkan darah di tiap sudut atas. Cukup bagus hingga pikiranmu bertemperasan.Cukup cerdik membuatmu mati kutu ditengah lorong bersama monster ranting pohon menjalar.
Jangan terlalu risau karna yang kau lihat belum sepenuhnya yang kau pahami. Jangan sering memutar kedua bola matamu hingga seperti ingin keluar karna banyak hal yang belum kau ketahui. Jangan akhiri hidup dengan cara yang bodoh meskipun kau itu si bodoh, kau bisa menikmati dengan keduanya meski bahagiamu palsu.
Kau tak akan sendirian meski hatimu merasakan sepi yang mendalam. Berpura-pura baik lebih baik hingga kau lupa sedang berpura-pura. Tak perlu hingga tersungkur lemah karna sesungguhnya kau si bodoh yang kuat dan si pintar yang bahagia.
Maknai hidup dengan caramu seperti terperangkap dan mencoba kelauar dari labirin itu.Sangat sulit namun buatlah itu menyenangkan dengan kejailan-kejailan yang tak terlupakan. Meski kau tak lagi muda jangan biarkan otakmu ikut menjadi tua. Ya, kita sama sebagai orang stress yang mencari Kemungkinan Besar tersebut. Tapi kita adalah manusia hebat yang akan mencari jalan keluar dengan cara keren, menakjubkan dan tak terduga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar